IKATAN KOVALEN NON POLAR
IKATAN KOVALEN
Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi antar atom unsur non logam. Ikatan kovalen terjadi antar atom golongan :
1. Atom H dengan unsur golongan IVA,VA, dan VIIA.
2. Unsur-unsur golongan VA atau VIA dengan VIIA.
Pada blog ini, saya dan teman-teman akan membahas tentang ikatan kovalen non-polar. Akan tetapi, kami akan sedikit membahas tentang ikatan kovalen polar agar pembaca juga mengetahui perbedaan dari kedua ikatan tersebut.
Berdasarkan kekuatan tarikan pasangan elektron yang digunakan untuk berikatan, ikatan kovalen dibagi menjadi dua, yaitu :
A. Ikatan Kovalen Polar
Ikatan kovalen polar merupakan ikatan kovalen dengan pasangan electron yang digunakan Bersama lebih cenderung ke salah satu unsur. Ikatan ini biasa terjadi antara atom-atom unsur yang beda keelektronegatifannya besar, atom yang keelektronegatifannya lebih besar akan menarik atom-atom yang lain.
B. Ikatan Kovalen non-polar
Analoginya seperti ini, bayangkan dua kucing berukuran sama besar dan berkekuatan sama saling berebut ikan, tidak ada yang menang dari mereka, mereka mungkin lebih memilih memakan ikan secara bersamaan dan berbagi dengan bagian sama rata.
Jadi, ikatan kovalen non-polar merupakan ikatan kovalen dengan pasangan elektron yang digunakan bersama, tertarik sama kuat kearah atom-atom yang berikatan.
- Ciri-Ciri Ikatan Kovalen Non-Polar :
2. Bentuk geometri simetris
4. Mempunyai momen dipol=0
6. Elektron yang digunakan bersama untuk berikatan tersebar secara merata sehingga tidak menimbulkan perbedaan muatan.
7. Senyawa dengan unsur penyusun berbeda jenis, termasuk non polar juga jika pasangan elektronnya tersebar merata
Contoh yang termasuk ikatan kovalen non-polar : H2, O2, CH4, CO2, Eter, Etanol
- Kegunaan Ikatan Kovalen Non-Polar :
1. Eter dalam laboratorium digunakan sebagai pelarut yang baik untuk senyawa kovalen dan sedikit larut dalam air
2. Eter digunakan sebagai zat anestesi (missal dietileter), pembiusan untuk menghilangkan rasa sakit ketika melakukan suatu tindakan medis dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh.
3. Metana (CH4) digunakan dalam industri farmasi untuk mempercepat proses fermentasi dan sintesis senyawa organik
4. Dalam bidang kesehatan seperti yang berhubungan dengan farmasi atau kedokteran dan kimia seperti pabrik kimia misalnya, etanol umumnya digunakan sebagai bahan pelarut pada zat kimia lain seperti obat obatan dan senyawa kimia lainnya.
5. Alkohol merupakan pelarut yang paling bermanfaat dalam bidang farmasi, digunakan sebagai pelarut utama untuk banyak senyawa organik, serta sebagai bakterisida (pembasmi bakteri) terutama sebagai pembersih kulit sebelum injeksi.
6. Salah satu kegunaan karbon dioksida (CO2) yang paling universal adalah untuk memindahkan energi, umumnya sebagai refrigeran atau cairan pendingin.
Komentar
Posting Komentar